1.017 Lulusan Unsrat Diwisuda, Plt Rektor Tekankan Integritas dan Pengabdian

MANADO, Nusantaraline.com – Sebanyak 1.017 wisudawan dan wisudawati Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi menyelesaikan pendidikan dalam prosesi wisuda yang digelar Kamis (20/8/2026).

Dalam sambutannya, Plt Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan sekaligus mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.

“Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Sam Ratulangi, saya menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyelesaikan pendidikan,” ujar Prof Jamaluddin.

Ia mengatakan, keberhasilan para wisudawan tidak terlepas dari dukungan orang tua, keluarga, dosen, serta tenaga kependidikan yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Karena itu, Prof Jamaluddin mengajak para lulusan untuk memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada orang tua serta keluarga yang selama ini menjadi sumber dukungan.

“Di balik setiap toga yang dikenakan hari ini, ada tangan orang tua yang tidak pernah lelah menopang, ada doa keluarga yang diam-diam dipanjatkan,” katanya.

Ada Wisudawan Penyandang Disabilitas Netra

Pada wisuda kali ini, Unsrat juga mencatat pencapaian yang membanggakan dengan hadirnya seorang wisudawan Program Magister penyandang disabilitas netra yang berhasil menyelesaikan studinya melalui dukungan Beasiswa Universitas Sam Ratulangi.

Menurut Prof Jamaluddin, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi apabila terdapat tekad, kesempatan, serta dukungan yang inklusif.

“Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi, selama ada tekad, kesempatan, dan dukungan yang inklusif,” tegasnya.

Wisuda sebagai Momentum Kemerdekaan Berpikir

Prof Jamaluddin kemudian mengaitkan momentum wisuda dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang baru saja diperingati.

Menurutnya, kemerdekaan mengajarkan bahwa pencapaian besar selalu lahir dari perjuangan, keberanian, persatuan dan pengorbanan. Hal yang sama juga berlaku dalam perjalanan pendidikan para wisudawan.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan hingga meraih gelar akademik tidak selalu mudah. Para mahasiswa telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tugas akademik,

penelitian, kegagalan hingga masa-masa ketika muncul keinginan untuk menyerah.

Namun, seluruh tantangan tersebut berhasil dilewati hingga akhirnya para wisudawan berdiri dalam prosesi akademik tersebut.

“Wisuda bukan sekadar upacara penerimaan ijazah. Wisuda adalah perayaan atas kemerdekaan berpikir—kemerdekaan dari ketidaktahuan, kemerdekaan dari rasa takut untuk mencoba, dan kemerdekaan untuk menentukan masa depan dengan pengetahuan serta integritas,” ungkapnya.

Pegang Filosofi Si Tou Timou Tumou Tou

Lebih lanjut, Prof Jamaluddin mengingatkan para lulusan untuk terus memegang filosofi Universitas Sam Ratulangi, “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang bermakna manusia hidup untuk memanusiakan manusia.

Filosofi tersebut, menurutnya, harus menjadi kompas moral bagi setiap lulusan Unsrat dalam menjalani kehidupan setelah meninggalkan bangku kuliah.

“Keberhasilan sejati bukan hanya ketika Saudara mencapai kedudukan yang tinggi, tetapi ketika keberadaan Saudara membuat orang lain ikut bertumbuh, memperoleh harapan, dan hidup lebih bermartabat,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan tidak mudah menganggap diri gagal ketika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, kemungkinan menghadapi lamaran pekerjaan yang belum diterima, rencana yang tertunda maupun usaha yang belum berhasil merupakan bagian dari proses kehidupan.

Karena itu, para lulusan diminta untuk tetap belajar, rendah hati, menjaga integritas serta nama baik keluarga dan almamater.

“Ijazah menandai selesainya suatu jenjang pendidikan, bukan berakhirnya proses belajar. Tetaplah rendah hati, sebab ilmu yang tinggi hanya akan bermakna apabila disertai budi pekerti,” pesannya.

Diminta Kembali Berkontribusi untuk Almamater

Prof Jamaluddin juga mengajak para alumni Unsrat untuk tidak melupakan almamater setelah memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap para lulusan dapat kembali memberikan kontribusi melalui gagasan, karya maupun pengabdian bagi almamater, daerah, bangsa dan negara.

“Pergilah dengan kepala tegak, tetapi tetaplah memiliki hati yang menunduk dalam kerendahan. Bermimpilah setinggi mungkin, tetapi jangan pernah melupakan mereka yang berjalan bersama Saudara dari awal,” katanya.

Menurutnya, para lulusan hari ini tidak meninggalkan kampus sebagai seseorang yang selesai dibentuk, tetapi sebagai insan yang siap ikut membentuk masa depan Indonesia.

Menutup sambutannya, Prof Jamaluddin kembali menyampaikan selamat kepada 1.017 wisudawan dan wisudawati serta para orang tua dan keluarga.

Ia berharap seluruh lulusan Unsrat dapat menjadi insan yang merdeka dalam berpikir, tulus dalam mengabdi, teguh dalam integritas dan senantiasa hadir untuk memanusiakan sesama.

Turut hadir dalam kegiatan, Wagub Sulut Dr Victor Mailangkay, Kapolda Sulut Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. Ketua Dewan Penyantun, Anggota Dewan Pengawas. Mursyid

hensides, MSE, Ketua, Sekretaris dan segenap anggota Senat Universitas Sam Ratulangi, Para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, serta seluruh pimpinan di lingkungan Universitas Sam

Ratulangi dan Para orang tua, wali, serta keluarga wisudawan.

(Ain)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *