MANADO, Nusantaraline.com – Sebanyak 149 mahasiswa Program Studi D-IV Manajemen Bisnis, Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado (Polimdo), mulai menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Mahasiswa semester VII ini resmi dilepas untuk menjalani program magang di berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, Jumat (31/7/2026).
Pelepasan berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai 6 Polimdo. Para mahasiswa tidak hanya ditempatkan di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, tetapi juga akan menjalani pengalaman kerja hingga Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun mental dan etos kerja sebelum memasuki dunia profesional.
Sekretaris Panitia Magang, Kevin Pangemanan, S.E., M.M., berharap para peserta mampu memanfaatkan masa magang untuk mendapatkan pengalaman kerja secara menyeluruh.
Menurutnya, pengalaman di lapangan akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami bagaimana teori yang diperoleh di kampus diterapkan dalam lingkungan kerja.
Namun, pesan paling tegas datang dari Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P.T. Makinggung, S.E., M.Si.
Di hadapan para mahasiswa, Juliet mengingatkan bahwa dunia industri tidak mengenal berbagai alasan yang biasa ditemui di lingkungan pendidikan.
“Keterampilan dan pengetahuan itu penting, tetapi yang paling utama adalah attitude. Di dunia industri, tidak ada alasan tidak mampu,” tegas Juliet.
Ia meminta mahasiswa tidak menjadikan magang hanya sebagai kewajiban akademik untuk mendapatkan nilai.
Sebaliknya, magang harus dimanfaatkan sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan, membangun relasi, sekaligus membuktikan kualitas mahasiswa Polimdo kepada dunia industri.
Juliet bahkan mencontohkan budaya kerja di sejumlah perusahaan asing yang menuntut karyawan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa berlindung di balik alasan bahwa tugas tersebut tidak sesuai kompetensi.
“Magang ini adalah ajang latihan kalian sebelum benar-benar masuk ke dunia profesional. Jaga dan bawalah nama baik Polimdo,” katanya.
Juliet juga meminta mahasiswa membuang kebiasaan pasif selama berada di tempat magang.
Ketika sebuah pekerjaan telah selesai, mahasiswa diminta tidak sekadar menunggu instruksi berikutnya. Mereka harus berinisiatif bertanya kepada atasan mengenai pekerjaan lain yang dapat dilakukan.
“Kalau pekerjaan sudah selesai, jangan hanya duduk menunggu. Tanyakan apa lagi yang bisa dibantu. Dari situ kalian akan mendapatkan pengalaman lebih banyak,” ujarnya.
Penggunaan telepon genggam selama jam kerja juga menjadi perhatian.
Mahasiswa diminta mengurangi aktivitas media sosial ketika sedang menjalankan tugas.
Evaluasi dari pelaksanaan magang sebelumnya, kata Juliet, harus menjadi pembelajaran agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Jangan sampai kalian lebih sibuk dengan handphone daripada pekerjaan,” pesannya.
Selain sikap dan produktivitas, penampilan juga menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.
Sebagai mahasiswa Manajemen Bisnis yang dipersiapkan memasuki dunia profesional, mereka diminta menjaga kerapian dan penampilan selama berada di lingkungan kerja.
Mahasiswa laki-laki juga diingatkan untuk mematuhi aturan mengenai kerapian rambut.
Karya Mahasiswa Bisa Jadi Portofolio
Juliet turut mendorong mahasiswa mendokumentasikan setiap karya maupun proyek yang dihasilkan selama menjalani magang.
Jika perusahaan memberikan tugas membuat produk atau proyek tertentu, mahasiswa diminta melaporkannya kepada panitia.
Langkah tersebut penting agar karya mahasiswa dapat terdokumentasi secara resmi dan menjadi bagian dari rekam jejak kompetensi mereka.
Bukan tidak mungkin, hasil pekerjaan selama magang justru menjadi portofolio yang membuka peluang lebih besar setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Industri Migas Mulai Melirik
Yang menarik, kualitas mahasiswa Polimdo disebut mulai mendapat perhatian dari dunia industri.
Juliet mengungkapkan, sejumlah pihak industri bahkan telah menanyakan mekanisme untuk merekrut mahasiswa Polimdo secara langsung setelah masa magang berakhir.
Salah satunya datang dari sektor minyak dan gas (migas).
“Kami sampaikan, sangat bisa. Tinggal ajukan surat permintaan resmi,” ungkap Juliet.
Menurutnya, ketertarikan industri tersebut menjadi sinyal positif bahwa mahasiswa Polimdo memiliki daya saing dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Karena itu, mahasiswa diminta serius menjalani masa magang. Kesempatan yang mereka dapatkan saat ini bisa saja menjadi pintu pertama menuju pekerjaan tetap.
“Ini bukti bahwa magang bukan sekadar formalitas, tetapi bisa menjadi karpet merah menuju dunia kerja,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan kartu tanda peserta magang secara simbolis kepada dua mahasiswa, Sandy Manoppo dan Natasya Enoch.
Penyematan dilakukan Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo Juliet Makinggung, S.E., M.Si., bersama Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Diana Maramis, S.E., M.Si.
Turut mendampingi Sekretaris Jurusan Arifmanuel Kolomdam, S.E., M.M., Ketua Panitia Willem Pomantouw, S.E., M.Si., serta Sekretaris Panitia Kevin Pangemanan, S.E., M.M.
Kini, 149 mahasiswa tersebut tidak lagi hanya belajar tentang dunia kerja dari buku dan ruang kuliah. Mereka akan membuktikan sendiri kemampuan, kedisiplinan, kreativitas, dan sikap profesional di lapangan.
Sebab, seperti pesan yang disampaikan saat pelepasan, dunia kerja tidak membutuhkan alasan—dunia kerja membutuhkan orang yang siap bekerja dan mampu membuktikan diri.
(**/Ain)






