MANADO Nusantaraline.com – Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Senin (8/6/2026), guna memperkuat pengelolaan unit usaha perguruan tinggi serta menjajaki peluang kerja sama strategis antar institusi.
Kunjungan tersebut difokuskan pada studi praktik terbaik (best practice) pengelolaan unit bisnis kampus dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang selama ini dikembangkan Polimdo.
Rombongan BPU UNG terdiri dari Sekretaris Eksekutif Anselemus Leki, S.Kom., M.Ap., Kepala Bidang Perencanaan dan Keuangan Musliyanto Igirisa, Amd., serta Penyusun Laporan dan Anggaran Andika Pomalingo. Kehadiran mereka mewakili Direktur Utama BPU UNG dalam agenda penguatan tata kelola usaha kampus.
Di Polimdo, rombongan diterima oleh Dr. Jeanet Rumerung, S.E., M.Si., bersama Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Juliet P.T. Makinggung, S.E., M.Si. Pertemuan berlangsung hangat dengan berbagai diskusi mengenai pengembangan unit usaha yang mampu mendukung kemandirian perguruan tinggi.
Salah satu topik utama yang menjadi perhatian BPU UNG adalah pengelolaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Tim UNG menggali informasi terkait mekanisme operasional, tata kelola, hingga peran LSP dalam mendukung kualitas lulusan sekaligus menjadi bagian dari ekosistem bisnis perguruan tinggi.
Pembahasan tersebut dinilai penting sebagai referensi bagi UNG dalam mengoptimalkan peran BPU untuk meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui pengelolaan unit usaha yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Dr. Jeanet Rumerung membagikan pengalaman Polimdo dalam mengembangkan berbagai unit usaha yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan institusi, tetapi juga memberikan layanan yang relevan bagi masyarakat dan dunia industri.
“Kolaborasi antar perguruan tinggi negeri sangat penting untuk saling belajar dan memperkuat kapasitas masing-masing institusi,” ujar Jeanet.
Melalui kunjungan ini, kedua institusi berharap dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pengembangan model bisnis kampus, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan vokasi di kawasan Indonesia Timur.
(Ain)






