Cegah Stunting Sejak Dini dengan Pendidikan Gizi Seimbang dan Jajanan Sehat

Laurensi Meity Sasube, S.Si., MBiotech (Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado)

MANADO – Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, salah satunya melalui pendidikan gizi kepada remaja, khususnya remaja putri sebagai calon ibu masa depan. Hal ini menjadi landasan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dihelat oleh Tim Dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan dari Universitas Katolik De La Salle Manado di SMP St. Rafael dan SMA St. Thomas Aquino Kleak Manado, baru-baru ini. Kegiatan edukasi ini berfokus pada pemahaman “Gizi Seimbang” dan keahlian memilih “Jajanan Sehat” di lingkungan sekolah.

Bertajuk “Remaja Sehat, Generasi Kuat: Wujudkan Indonesia Bebas Stunting”, rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif dan edukatif. Di SMA St. Thomas Aquino, dengan peserta siswi remaja putri dari SMP St Rafael dan SMA St Thomas Aquino Kleak Manado, yang berjumlah 60 remaja putri. Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMA St Thomas Aquino Ibu Yosephien Samiran, S.Pd yang mendukung penuh inisiatif kegiatan PKM ini. Laurensi Meity Sasube, MBiotech selaku Ketua Tim, menegaskan bahwa investasi pengetahuan gizi pada remaja putri merupakan langkah strategis untuk memutus mata rantai stunting.

“Remaja putri yang sehat dan berpengetahuan gizi baik akan menjadi agen perubahan, baik untuk diri sendiri, keluarga, hingga lingkungannya kelak. Mereka adalah garda terdepan dalam mencegah stunting pada generasi berikutnya,” ujar Laurensi dalam sambutannya.

Kegiatan inti mencakup penyuluhan komprehensif mengenai sanitasi & hygiene organ reproduksi, dan stunting yang disampaikan oleh Filia Veronica Tiwatu, M.Kep., Sp.Kep dan Amateus Yudi Ismanto, PhD.NS. Peserta tidak hanya diberi teori, tetapi juga diajak terlibat langsung melalui pemutaran video menarik tentang “Isi Piringku” dan Pedoman Gizi Seimbang.

Sesi yang paling mendapat antusias tinggi adalah praktik langsung “Membaca Label Kemasan Snack” yang dipandu oleh Cornelia Sandehang, M.Kep. Para siswi dengan cermat mengamati informasi nilai gizi, bahan tambahan pangan, dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan jajanan. “Ternyata, banyak snack yang tinggi gula dan garam, tapi kurang serat. Sekarang saya jadi lebih hati-hati memilih,” tutur salah satu peserta, Aurelia  Walangitan penuh semangat.

Untuk mengukur pemahaman, evaluasi dilakukan secara modern melalui pre dan post-test digital yang diakses dengan memindai barcode di layar Smart TV. Sembari mengerjakan, para siswi menikmati pembagian makanan tambahan bergizi berupa kolak kacang hijau dan telur rebus, yang menjadi contoh konkret camilan sehat dan terjangkau.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan peserta mengenai prinsip gizi seimbang, bahaya stunting, serta strategi memilih jajanan sehat. Antusiasme dan keceriaan terpancar sepanjang acara, menandakan metode edukasi yang partisipatif dan relevan sangat efektif.

“Kami berharap, pengetahuan ini tidak berhenti di sini, tetapi dipraktikkan dalam keseharian dan disebarkan ke teman serta keluarga. Pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, dan dimulai dari pilihan-pilihan kecil seperti memilih makanan yang tepat,” pungkas Annastasia Lamonge, PhD. NS mengakhiri kegiatan.

Kegiatan di akhiri dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Kepala Sekolah SMP St Rafael Bpk. Herman Ventje Dien, S.Fils dan SMA ST. Thomas Aquino Ibu Yosephien Samiran, S.Pd.

Apresiasi juga di berikan kepada guru-guru dan staf SMP St Rafael dan SMA St Thomas Aquino Kleak Manado atas bantuan dan kerjasamanya sehingga kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado ini terselenggara dengan baik.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *