Di Balik Kesibukan Persit, Dewi Bordir Tetap Berkarya Lestarikan Budaya

MANADO Nusantaraline.com – Dewi Bordir, sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang industri kreatif kerajinan bordir, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu produk unggulan khas Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Usaha ini diprakarsai oleh Ny. Dewi Mamiek, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Yonif TP 868 Cabang LXIV Brigif 22 Kodam XIII/Merdeka.

Sebagai generasi kedua, pengelola Dewi Bordir melanjutkan usaha keluarga yang telah dirintis oleh orang tua sejak lama. Mereka mulai terjun langsung mengembangkan usaha ini pada tahun 2011, usai menyelesaikan pendidikan, dan hingga kini tetap bertahan di tengah berbagai tantangan, sembari menjalankan peran sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana.

Keunikan Dewi Bordir terletak pada proses produksinya yang masih mempertahankan teknik tradisional. Seluruh kerajinan dikerjakan secara manual menggunakan mesin kejek—mesin bordir yang digerakkan dengan kayuhan kaki tanpa listrik serta mesin manual Juki. Produk utama yang dihasilkan berupa kain kebaya bordir dengan motif eksklusif hasil desain sendiri, yang dikemas secara elegan.

Dalam perjalanannya, Dewi Bordir menghadapi berbagai kendala, terutama terkait sumber daya manusia. Regenerasi tenaga kerja menjadi tantangan tersendiri, seiring berkurangnya minat generasi muda untuk menekuni kerajinan bordir manual. Selain itu, persaingan dengan industri bordir berbasis mesin komputer juga semakin ketat.

Meski demikian, Dewi Bordir tetap berkomitmen mempertahankan metode tradisional sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya yang mulai tergerus oleh kemajuan teknologi. Prinsip inilah yang menjadi nilai utama sekaligus pembeda produk mereka di pasaran.

Di tengah kesibukan sebagai anggota Persit, istri, dan ibu, para pengelola Dewi Bordir tetap konsisten berkarya. Mereka memiliki tekad kuat untuk terus mengembangkan usaha agar semakin dikenal luas, sekaligus menopang perekonomian keluarga.

Lebih dari sekadar usaha, Dewi Bordir menjadi simbol komitmen dalam menjaga tradisi dan mengangkat kembali produk unggulan daerah asal, meski harus berpindah-pindah mengikuti tugas suami.

Dengan semangat tersebut, Dewi Bordir terus menorehkan jejak sebagai pelaku UMKM yang tak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya.

(Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *