Di Upacara 17-an, Pangdam Tuejeh Ingatkan Prajurit Kodam XIII/Merdeka jadi Patriot NKRI yang Profesional

Daerah388 Dilihat

MANADO Nusantaraline.com – Sebagai bagian dari komponen bangsa yang bertugas untuk menegakkan kedaulatan NKRI, Prajurit Kodam XIII/Merdeka harus menjadi seorang Patriot NKRI yang profesional dan siap mendukung program-program pembangunan nasional. Demikian sambutan tertulis Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh yang dibacakan Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Drs. Theodorus Kawatu, selaku Irup Upacara 17-an di Makodam, Manado, Jumat (17/3/2023).

“Kodam XIII/Merdeka dan seluruh satuan jajarannya siap bersinergi dengan seluruh komponen bangsa lainnya, baik Polri maupun pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya,” tuturnya.

Pangdam juga mengimbau agar ingat selalu jati diri seorang Prajurit TNI.

“Yakni Tentara Rakyat, Tentara Pejuang Tentara Nasional dan Tentara Profesional,” tukasnya.

Dalam arahan yang di bacakan Brigjen Kawatu, Pangdam juga mengajak kepada semua Prajurit untuk mendoakan rekan Prajurit yang melaksanakan tugas latihan dan operasi, agar mereka semua dapat melaksanakan dengan baik, diantaranya Prajurit Yonif 713/Satyatama, melaksanakan latihan Pratugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah.

Yonif Raider 712/Wiratama, sedang menjalankan tugas operasi perbantuan kepada pemerintah daerah Papua di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih. Yonarmed 19-105/Tarik Bogani juga melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan darat Indonesia – Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat. Sebagian prajurit Yonif Raider 715/Motuliato sedang menjaga kedaulatan NKRI di pulau kecil terluar di perbatasan RI–Philipina, dan prajurit Yonif 714/Sintuwu Maroso dan Kodim 1307/ Poso Korem 132/Tadulako, juga bergabung dengan Satgas Ops Madago untuk memulihkan keamanan di Sulawesi Tengah.

“Bagaimanapun juga, profesionalisme Prajurit TNI adalah harga mati, tidak khusus yang bertugas di satuan tempur, tetapi para prajurit yang berdinas di Satbanpur, Satbanmin, maupun di Satkowil,” harapnya.

Oleh karena itu, Tuejeh berpesan, jangan pernah berhenti menempa diri untuk terus berkembang menjadi prajurit-prajurit Kodam XIII/Merdeka yang profesional di bidangnya masing-masing.

Dalam rangkaian upacara 17-an tersebut dimulai dengan Penghormatan pasukan kepada Irup, Laporan Komandan Upacara, Pengibaran Bendera Merah Putih, Mengheningkan cipta, Pembacaan teks Pancasila oleh Irup, Pembacaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetya Korpri, Pembacaan amanat, Andhika Bhayangkari, laporan akhir Danup dan di tutup dengan Pembacaan doa.

(*/ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *