MANADO Nusantaraline.com – Antusiasme ratusan mahasiswa dari berbagai kampus se-Sulawesi Utara memenuhi Hotel Luwansa Manado, Kamis (27/11/25). Mereka berkumpul untuk mengikuti pembukaan Liga Debat Mahasiswa Sulut 2025, sebuah ajang intelektual yang pada tahun ini mengusung tema besar mengenai arah pembangunan hijau dan biru di Bumi Nyiur Melambai.
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, hadir sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia memberikan gambaran menyeluruh mengenai prioritas pembangunan daerah untuk periode 2025–2029, yang ia sebut sebagai fase percepatan menuju transformasi ekonomi berkelanjutan.
Gubernur Yulius menjelaskan bahwa, pemerintah daerah tengah menyiapkan fondasi kuat melalui hilirisasi sumber daya alam, penguatan usaha lokal, serta peningkatan konektivitas antarwilayah.
Langkah tersebut dianggap penting untuk mengarahkan Sulut pada ekonomi rendah karbon dan pemanfaatan potensi kelautan secara bertanggung jawab.
Menurut Gubernur Yulius, ekonomi hijau merupakan pendekatan pembangunan yang hemat energi dan rendah emisi, sedangkan ekonomi biru menitikberatkan pada pengelolaan sektor kelautan dan perairan secara berkelanjutan. Dua konsep inilah yang menjadi pilar pembangunan Sulut di tahun-tahun mendatang.
“Pembangunan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan,” ucapnya.
“Kita ingin Sulut tangguh menghadapi perubahan iklim, tetap inklusif, dan berkontribusi pada pencapaian SDGs,” sambung Gubernur Yulius.
Di hadapan para peserta debat, Gubernur Yulius memberikan penekanan khusus pada peran mahasiswa sebagai bagian penting dari perubahan.
Gubernur mendorong generasi muda terlibat lebih serius dalam riset-riset strategis, mulai dari kelautan dan pesisir, energi terbarukan, hingga tata kelola sumber daya alam dan pariwisata berkelanjutan.
“Hasil penelitian mahasiswa dapat menjadi rujukan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sekaligus melahirkan inovasi teknologi yang dibutuhkan daerah,” tuturnya.
Selain riset, Gubernur Yulius juga menilai mahasiswa memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan kesadaran publik melalui kampanye edukatif, penguatan literasi digital, hingga pengembangan gerakan sosial di berbagai sektor lingkungan.
Menurutnya, kreativitas mahasiswa dalam menciptakan usaha ramah lingkungan mulai dari ekonomi sirkular hingga inovasi pesisir akan menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Di sisi lain, Gubernur Yulius menyebut forum debat mahasiswa sebagai ruang strategis bagi pemerintah.
“Ini bukan sekadar kompetisi, ini merupakan kesempatan bagi pemerintah mendengar gagasan kritis, menampung perspektif baru, serta menilai kembali arah kebijakan melalui sudut pandang generasi muda,” tukas Gubernur Yulius.
Menutup sesi penyampaian materi, Gubernur Yulius menyerukan semangat kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi. Ia menegaskan bahwa masa depan Sulut akan berada di tangan pemuda yang berani berpikir, meneliti, dan berinovasi.
“Dengan hilirisasi, riset, inovasi teknologi, dan keterlibatan aktif anak muda, Sulawesi Utara akan melangkah menuju pembangunan yang lebih hijau, lebih biru, dan berkelanjutan,” tandas Gubernur Yulius.
(Ain)








