Gubernur Yulius: Lindungi Anak, Investasi Terbesar Menuju Indonesia Emas 2045

MANADO, Nusantaraline.com – Pesan perlindungan terhadap generasi muda menjadi sorotan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Sulawesi Utara.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memimpin langsung upacara HAN yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (3/8/2026).

Dalam upacara tersebut, Gubernur Yulius membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI yang menegaskan bahwa HAN bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk kembali memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak sekaligus memberikan perlindungan terbaik bagi anak.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN tahun ini menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Lingkungan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan pendidikan, berkreasi, serta berpartisipasi secara optimal tanpa ancaman kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, perundungan, penelantaran maupun berbagai risiko di ruang digital.

Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa anak memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, suara dan pandangan anak perlu diberikan ruang serta dihargai sesuai usia dan tingkat kematangannya.

Upaya perlindungan anak pun tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat hingga kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang benar-benar ramah anak.

Anak-anak juga didorong untuk berani berbicara dan menyampaikan pendapat, termasuk melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan. Keberanian tersebut dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan ruang yang lebih aman bagi mereka.

Pemerintah menempatkan pembangunan kualitas anak sebagai salah satu investasi strategis bangsa. Sebab, masa depan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak sekarang.

Komitmen itu antara lain diperkuat melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA), yang mencakup upaya pencegahan kekerasan, pemenuhan hak anak, penguatan ketahanan keluarga, perlindungan anak di ruang digital, serta percepatan penanganan kasus yang melibatkan anak.

Kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) dengan tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia”juga terus digaungkan sebagai gerakan bersama untuk menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, termasuk hingga ke wilayah pelosok.

Pada bagian akhir amanat, masyarakat kembali diingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan layanan SAPA 129sebagai saluran pengaduan bagi anak maupun masyarakat yang mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan terhadap anak.

Momentum HAN ke-42 di Sulawesi Utara pun diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi menjadi penguat komitmen bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak, perlindungan, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi penerus bangsa.

(Ain)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *