MANADO, Nusantaraline.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menjamu Delegasi Uni Eropa dalam acara makan malam resmi di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (17/7/2026) malam.
Jamuan tersebut dihadiri Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Denis Chaibi bersama sejumlah duta besar negara anggota Uni Eropa, di antaranya Belgia, Denmark, Lithuania, Republik Czech, Irlandia, Austria, serta perwakilan Finlandia dan Portugal. Turut hadir pula perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kehutanan, KfW Development Bank Indonesia, WCS Indonesia Program, Forkopimda Sulut, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi atas kunjungan para delegasi yang dinilainya menjadi bukti kuatnya sinergi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan selamat datang di Bumi Nyiur Melambai kepada seluruh Delegasi Uni Eropa, pimpinan KfW Development Bank, perwakilan pemerintah pusat, serta WCS Indonesia Program. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan bagi kami sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendukung agenda keberlanjutan global,” ujar Yulius Selvanus.
Gubernur Yulius memaparkan bahwa Sulawesi Utara memiliki potensi besar sebagai daerah maritim dengan 73 persen wilayahnya berupa perairan. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah menjadikan ekonomi biru sebagai arah pembangunan yang sejalan dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, Sulawesi Utara yang berpenduduk sekitar 2,77 juta jiwa juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,66 persen pada tahun 2025. Potensi kelautan dan perikanan menjadi salah satu sektor strategis yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Gubernur Yulius menjelaskan, Pemprov Sulut telah menetapkan kawasan konservasi perairan seluas 239.373,79 hektare sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut.
Di sisi lain, mayoritas nelayan di Sulawesi Utara masih menggunakan alat tangkap tradisional seperti hand line, pole and line, dan long line yang dinilai ramah lingkungan sekaligus menghasilkan tangkapan berkualitas tinggi, terutama tuna, cakalang, dan skipjack.
“Komitmen konservasi berjalan seiring dengan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Hal ini turut mendorong ekspor perikanan Sulawesi Utara yang mencapai sekitar 140 juta dolar Amerika Serikat pada tahun 2025, dengan Nilai Tukar Nelayan berada pada angka 112,” jelasnya.
Gubernur Yulius juga menyoroti keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Uni Eropa, KfW Development Bank, dan WCS Indonesia Program yang telah berjalan sejak 2020.
Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 29 desa telah diberdayakan dan 37 kelompok masyarakat pesisir memperoleh pelatihan untuk mengembangkan mata pencaharian yang berkelanjutan.
Kolaborasi itu, lanjut Yulius, turut memperkuat sektor ekowisata daerah. Salah satu keberhasilannya adalah Desa Budo yang berhasil meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik tingkat nasional.
Selain itu, keberadaan Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) di Manado semakin memperkokoh posisi Sulawesi Utara sebagai pusat kerja sama regional dalam perlindungan terumbu karang dan pengelolaan sumber daya laut.
Menutup sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan penghargaan kepada Delegasi Uni Eropa, KfW Development Bank, pemerintah pusat, dan WCS Indonesia Program atas dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan Sulawesi Utara.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperluas untuk menjaga ketahanan ekosistem laut, menghadapi tantangan perubahan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin kuat di masa mendatang demi menjaga ekosistem laut, memitigasi dampak perubahan iklim, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir Sulawesi Utara. Semoga seluruh delegasi membawa pulang kesan yang indah dari Bumi Nyiur Melambai,” tutup Gubernur.
(Ain)






