MANADO Nusantaraline.com – Memasuki usia 62 tahun, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinilai telah menunjukkan sejumlah perkembangan dalam pembangunan. Namun, berbagai capaian tersebut diharapkan terus diikuti dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPRD Sulut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon, Rhesa Waworuntu, mengatakan pertumbuhan ekonomi Sulut menjadi salah satu indikator positif yang perlu diapresiasi.
Pada Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat sebesar 5,42 persen. Meski demikian, Rhesa menilai pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Di usia ke-62 tahun ini, tentu kita memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah. Tetapi momentum ulang tahun juga harus menjadi waktu untuk melakukan evaluasi dan melihat apa yang masih menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Rhesa.
Menurutnya, salah satu pekerjaan yang masih perlu diperkuat adalah penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja, terutama bagi generasi muda.
“Pertumbuhan ekonomi tentu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat merasakan dampaknya secara langsung. Lapangan pekerjaan harus semakin terbuka, khususnya bagi generasi muda,” katanya.
Rhesa juga menyinggung pentingnya pembangunan infrastruktur di Minahasa dan Tomohon.
Ia menyebut kedua daerah tersebut memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif hingga kebudayaan.
Karena itu, pembangunan jalan, konektivitas dan infrastruktur dasar dinilai perlu terus diperhatikan agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Minahasa dan Tomohon memiliki banyak potensi. Karena itu konektivitas, infrastruktur dasar, akses jalan dan berbagai fasilitas penunjang harus terus diperhatikan,” ujarnya.
(rdk)






