KEK Likupang Dinilai Belum Maksimal, Perlu Tata Kelola Serius untuk Dorong Ekonomi Sulut

MANADO Nusantaraline.com – Likupang, yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sekaligus masuk dalam lima Destinasi Super Prioritas nasional bersama Borobudur, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo, hingga kini masih belum menunjukkan geliat sebagaimana yang diharapkan.

Pemerintah pusat sendiri telah mengucurkan dana sebesar Rp8 triliun untuk pengembangan kawasan tersebut. Namun berbeda dengan destinasi lain yang terus hidup—seperti Mandalika yang rutin menggelar MotoGP, Borobudur yang semakin tertata, serta Danau Toba dan Labuan Bajo yang ramai wisatawan—Likupang masih terlihat sepi dan belum mampu menarik perhatian publik secara luas.

Padahal, tujuan utama dari penetapan destinasi super prioritas adalah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan efek berlipat (multiplier effect) bagi masyarakat setempat.

Dosen Manajemen Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Frederik G. Worang, PhD, menilai KEK Likupang masih memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi Sulut. Menurutnya, perawatan fasilitas yang telah dibangun serta tata kelola yang lebih profesional menjadi kunci kebangkitan kawasan tersebut.

“Jika dikelola dengan baik, KEK Likupang tetap bisa berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Sulut. Pemerintah juga perlu memikirkan adanya wahana hiburan alternatif yang legal, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selain hanya menikmati pantai,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikannya bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Utara 23 September 2025.

(Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *