Ketua DPRD Sulut Ikuti KPPD Lemhanas di Magelang

JATENG Nusantaraline.com – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dr. Fransiscus A. Silangen, SpB-KBD, turut mengikuti kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI.

Kegiatan ini dilaksanakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, dan diikuti ratusan pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia.

Program berbentuk retret tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 April 2026, dengan mengusung tema penguatan peran pimpinan legislatif dalam mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Biro Humas Lemhanas, Brigjen Muhammad Arif Nur, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan para pimpinan DPRD dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan integritas para pemimpin legislatif daerah,” ujarnya.

KPPD 2026 merupakan program strategis Lemhanas RI yang bekerja sama dengan Akademi Militer Magelang. Total peserta mencapai 557 orang, terdiri dari 38 Ketua DPRD Provinsi, 93 Ketua DPRD Kota, 415 Ketua DPRD Kabupaten, serta pengurus asosiasi DPRD dari seluruh Indonesia.

Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga pembinaan karakter melalui pendekatan disiplin dan nilai-nilai kebangsaan. Di kawasan Lembah Tidar, para peserta mendapatkan penguatan terkait ideologi negara, patriotisme, serta wawasan kebangsaan dari para narasumber dan tokoh nasional.

Materi yang diberikan meliputi dinamika global, penguatan jati diri bangsa, kewaspadaan nasional, hingga pemahaman terhadap Pancasila dan UUD 1945. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai visi, misi, serta program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita.

Selama kegiatan berlangsung, para pimpinan DPRD diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian agenda dengan disiplin, termasuk tinggal di area glamping yang telah disiapkan di lingkungan Akmil Magelang. Selain itu, mereka juga diminta menjaga nama baik institusi masing-masing.

Arif menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan karakter kepemimpinan. Di akhir program, peserta diharapkan mampu menghasilkan inovasi strategis yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

“Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran DPRD dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

(rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *