MANADO-Nusantaraline.com–Apresiasi tinggi diberikan kalangan legislatif terhadap komitmen Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dalam memperjuangkan pemerataan akses listrik di wilayah kepulauan serta menata Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR/IPR) yang berpihak pada masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, menilai langkah yang diambil Gubernur Yulius merupakan bentuk nyata kepemimpinan yang mengedepankan keadilan sosial. Menurutnya, ketersediaan listrik 24 jam sehari bagi masyarakat kepulauan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
“Tiga pulau di Sulawesi Utara masih bergantung pada pasokan listrik yang terbatas, hanya sekitar 6 hingga 12 jam per hari. Mereka sangat membutuhkan aliran listrik yang stabil dan berkelanjutan,” jelas Anter.
Anter menambahkan, keterbatasan energi listrik telah lama menjadi kendala bagi masyarakat kepulauan, berdampak pada sektor ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Oleh karena itu, upaya Gubernur Yulius menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan pasokan listrik menjadi harapan baru bagi masyarakat di daerah terpencil Sulut.
DPRD Sulut menegaskan kesiapannya mendukung langkah Pemprov Sulut dalam memperjuangkan program strategis tersebut di tingkat nasional. Royke menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh provinsi.
“Kami siap mendukung kebijakan Gubernur yang berpihak pada rakyat. Akses listrik yang memadai dan penataan tambang rakyat adalah dua isu utama yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil,” tegasnya.








