Kuliah Umum IKPI Kupas Arah Baru Digitalisasi Perpajakan Nasional di Polimdo

MANADO Nusantaraline.com – Politeknik Negeri Manado kembali menjadi pusat perhatian akademik ketika Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menyambangi kampus tersebut pada Jumat (14/11/2025).

Kunjungan ini tidak sekadar seremoni, melainkan rangkaian kegiatan strategis yang mencakup kuliah umum, diskusi mendalam mengenai transformasi perpajakan nasional, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan pendidikan vokasi perpajakan.

MoU antara IKPI dan Polimdo menjadi pintu masuk kerja sama baru dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, terutama pada era digitalisasi fiskal yang semakin cepat. Kerja sama ini membuka peluang pembentukan kelas industri, program magang di kantor konsultan pajak, riset mengenai digital taxation, serta pelatihan terkait teknologi perpajakan.

Pada kuliah umum tersebut, Dr. Agustina Mappadang selaku Wakil Ketua Departemen Penelitian dan Pengkajian Kebijakan Fiskal menjadi pembicara utama. Ia memaparkan perubahan besar dalam digitalisasi administrasi perpajakan melalui pembangunan Coretax Administration System sistem inti baru yang disiapkan untuk menggantikan platform lama yang telah dipakai lebih dari dua dekade.

Agustina menekankan bahwa Coretax membawa tujuh pembaruan signifikan, mulai dari pendaftaran otomatis berbasis NIK, formulir SPT yang tersaji dengan data transaksi yang telah terisi, integrasi pembayaran, hingga pengawasan otomatis melalui big data.

Menurutnya, generasi mahasiswa adalah kelompok yang paling diuntungkan karena tumbuh dalam budaya digital yang menuntut layanan cepat, praktis, dan minim interaksi tatap muka.

Antusiasme mahasiswa Polimdo terlihat dari beragam pertanyaan yang muncul, mulai dari prospek profesi konsultan pajak di era Coretax, peluang karier baru seperti analis data perpajakan, hingga kesiapan regulasi dalam menopang digitalisasi fiskal nasional.

Agustina menyambut hangat diskusi tersebut dan menyebutnya sebagai indikator bahwa mahasiswa vokasi memiliki kesiapan menghadapi ekosistem perpajakan modern.

Di tengah penjelasan mengenai teknologi perpajakan, Agustina juga mengingatkan tentang pentingnya nilai dasar profesi.

“Digitalisasi tidak boleh menggeser integritas,” tegasnya.

“Teknologi hanya alat, tetapi etika dan profesionalisme tetap menjadi fondasi hubungan antara wajib pajak, konsultan, dan negara,” sambungnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penegasan komitmen IKPI untuk terus mendukung perguruan tinggi vokasi dalam mempersiapkan SDM perpajakan yang adaptif dan mampu bersaing secara global.

Selain Dr. Agustina, kuliah umum ini juga menghadirkan pemateri lain dari Pengurus Pusat IKPI, yaitu Ketua Umum Vaudy Starworld serta Ketua Departemen Pengembangan Organisasi, Lilisen. Mereka mengisi tiga sub topik, yakni:

  1. Peranan Generasi Muda dalam Ekosistem Perpajakan Menuju Indonesia Emas 2045 – Vaudy Starworld
  2. Digitalisasi Perpajakan: Coretax Membangun Sistem Pajak Digital yang Terpadu dan Adaptif– Dr. Agustina Mappadang
  3. Pengenalan Profesi Konsultan Pajak – Lilisen

Adapun jajaran IKPI yang hadir meliputi:

  • Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld
  • Ketua Departemen Pengembangan Organisasi, Lilisen
  • Wakil Ketua Departemen Penelitian dan Pengkajian Kebijakan Fiskal, Agustina Mappadang

Sementara dari Pengda dan Pengcab turut hadir:

  • Wakil Ketua IKPI Pengurus Daerah Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Yuli Rawun
  • Wakil Ketua IKPI Pengurus Daerah Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Noldy Keintjem
  • Ketua IKPI Cabang Bitung, Denny Ferly Makisanti
  • Pengurus dan anggota IKPI Cabang Bitung
  • Anggota IKPI Cabang Manado

(Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *