JAKARTA Nusantaraline.com – Suasana konsolidasi kader terlihat kuat saat Partai Golkar melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tahap dua yang diikuti oleh anggota Fraksi Golkar dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Rabu malam, 10 Desember 2025 itu dibuka langsung Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Kehadiran para legislator daerah, termasuk anggota DPRD Sulawesi Utara, menjadikan forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kapasitas politik dan teknis wakil rakyat di daerah.
Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan Bimtek merupakan program berkelanjutan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas anggota DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal nasional memasuki fase yang semakin menantang, sehingga peran DPRD sebagai pengawal kebijakan di daerah harus semakin profesional. “Semakin baik kemampuan para legislator, semakin terarah pula kebijakan pembangunan di tingkat daerah,” kata Bahlil, menekankan pentingnya pemahaman fiskal bagi seluruh kader.
Dari Sulawesi Utara, sejumlah legislator hadir, seperti Wakil Ketua DPRD Sulut Michaela Paruntu, Ketua Fraksi Cindy Wurangian, Sekretaris Fraksi Inggried Sondakh, Ketua Bapemperda Vioneta Kuerah, serta anggota fraksi lainnya seperti Raski Mokodompit dan Yongki Limen. Kehadiran mereka memperlihatkan komitmen Golkar Sulut untuk memperkuat kualitas kerja legislatif, terutama dalam mengawal pembangunan daerah yang sejalan dengan agenda nasional.
Bimtek tahap dua kali ini fokus pada isu efisiensi anggaran yang menjadi perhatian utama setelah Presiden Prabowo Subianto menekankan pengelolaan fiskal yang lebih ketat. Para peserta diajak memahami bagaimana penyesuaian anggaran harus dilakukan secara efektif tanpa mengorbankan kebutuhan mendasar masyarakat.
Diskusi mendalam juga membahas dilema yang sering dihadapi pemerintah daerah, yaitu menyeimbangkan tuntutan kebijakan pusat dengan realitas fiskal lokal yang serba terbatas.
Data ilustratif dari Kementerian Keuangan yang dipresentasikan dalam forum tersebut menunjukkan tantangan besar yang dihadapi daerah. Dari 548 daerah otonom di Indonesia, hanya sekitar 4,74 persen yang memiliki kapasitas fiskal kuat. Sementara itu, 95 persen lebih daerah sangat bergantung pada dana transfer pusat karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) rata-rata hanya mencapai 28,7 persen dari total pendapatan. Kondisi ini membuat pembangunan daerah mudah terganggu ketika terjadi tekanan fiskal nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Bappenas. Melalui dialog interaktif bersama Anggota Fraksi Golkar DPR RI, para legislator mendapatkan panduan strategis untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah dan memperkuat peran DPRD dalam tata kelola pemerintahan.
Menutup kegiatan, Bahlil mengajak seluruh kader memperkuat aksi kemanusiaan. Ia menyampaikan Partai Golkar telah mengumpulkan donasi sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk solidaritas bagi korban bencana di Sumatera. Ajakan tersebut menegaskan bahwa kader Golkar tidak hanya dituntut kuat dalam legislasi, tetapi juga hadir bagi masyarakat saat terjadi bencana.
(*)






