Pangdam XIII/Merdeka Tekankan Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Daerah, Headline601 Dilihat

MANADO Nusantaraline.com – Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M., menjadi pembicara pada acara Dialog Interaktif dengan Tema  Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Studio Pro 1 LPP RRI Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (27/11/2023).

Menyikapi situasi bangsa yang akan memasuki tahun politik dan dengan hangatnya kejadian yang berpotensi memecah persatuan antar anak bangsa khususnya di wilayah Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Legowo W.R. Jatmiko selaku Pangdam XIII/Merdeka lewat Dialog Interaktif menyampaikan tentang pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, kerukunan antar umat beragama dan komitmen netralitas TNI.

Pangdam dalam dialog interaktif berdurasi 1 jam yang dipandu oleh Host RRI Meiky Kodoati, di awal acara menjelaskan tentang Tugas Pokok (Tupok) Kodam XIII/Merdeka, yaitu sebagai Kotama pembinaan dan operasional yang bersifat kewilayahan dan merupakan kompartemen strategis di Angkatan Darat.

   

Mayjen TNI Legowo menyampaikan TNI AD melaksanakan tugas pokoknya dengan dua bentuk yaitu OMP dan OMSP. Dalam tugas OMSP TNI memiliki kewajiban membantu Pemerintah daerah dan Kepolisian dalam berbagai hal.  Seperti halnya kejadian baru-baru ini di kota Bitung, yang secara otomatis melibatkan aparat TNI yang berada di satuan kewilayahan setempat.

Lebih spesifik Pangdam kepada masyarakat meyampaikan bahwa kejadian di Kota Bitung sudah selesai.

“Kejadian di Kota Bitung murni kesalahpahaman antar kelompok masyarakat dan tidak ada kaitannya dengan agama atau keyakinan para pemeluk agama, pemerintah dan TNI telah hadir dan bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengundang semua pimpinan agama, Forkopimda, para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda sehingga ada kesepakatan bahwa itu hanya kesalahpahaman,” jelas Pangdam.

Pangdam berharap terkait kejadian tersebut, jangan lagi ada pihak pihak yang berupaya memprovokasi dan mengadu domba antar anak bangsa dengan memanfaatkan isu SARA.

“Semua sudah Kondusif, percayakan pada penegak  hukum,” tambahnya.

Menyoal tentang Pemilu 2024, Pangdam menjamin komitmen Netral Prajurit TNI di jajarannya dengan menyampaikan 6 Point ” Do and dont “.   Point tersebut berisi apa yang seharusnya dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh Prajurit di bawah komandonya.

Kepada masyarakat Sulawesi Utara Pangdam berpesan bahwa yang sudah mempunyai hak pilih agar tidak golput karena memilih adalah kewajiban bagi warga negara.

“Gunakan hak suara anda untuk menentukan masa depan bangsa kita,” tandas Pangdam.

(*/Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *