Perdana Digelar, Festival Literasi Sulut 2025 Gaungkan Kearifan Lokal

MANADO Nusantaraline.com –  Festival Literasi Sulawesi Utara Tahun 2025 resmi digelar dengan mengusung tema “Menguatkan Literasi Melalui Kearifan Lokal.” Kegiatan yang diinisiasi Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) ini menghadirkan rangkaian acara edukatif yang berlangsung sejak 10 hingga 12 Desember 2025.

Rangkaian festival dibuka pada 10 Desember dengan Workshop Literasi Digital bertajuk “Teknologi Bukan Tuhan”, dilanjutkan Bedah Buku “Keberagaman dalam Semangkuk Tinutuan” (Kumpulan Cerita Utara) pada 11 December 2025. Puncak kegiatan kemudian ditutup dengan Talkshow Literasi Bisnis dan Kewirausahaan yang menarik antusiasme peserta dari berbagai kalangan, yang di gelar di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur Sulut, Jumat (12/12/25).

Ketua Umum PPLSU, Standius Bara Prima Lumbaa, S.I.Kom, mengatakan bahwa tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi Sulawesi Utara karena festival literasi berskala luas ini baru pertama kali digelar.

“Ini pertama kali dilaksanakan di Sulawesi Utara. Diharapkan dengan adanya festival ini, gerakan literasi bisa semakin menggema dan lebih semarak. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, hingga para narasumber berkompeten yang kami hadirkan,” ujar Mas Bara sapaan akrabnya.

Ia juga mengakui bahwa penyelenggaraan perdana ini masih memiliki keterbatasan, namun menjadi pijakan untuk pelaksanaan yang lebih besar di tahun berikutnya.

“Tahun pertama ini persiapannya belum terlalu matang. Tahun depan kami ingin lebih masif lagi dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas literasi yang ada di Sulut,” tambahnya.

Festival tahun ini turut menghadirkan narasumber nasional dan daerah, di antaranya Wien Muldian dan Yunan Helmi Balamba, yang membawakan materi seputar literasi bisnis, kreativitas, hingga pentingnya kearifan lokal sebagai modal pembangunan pengetahuan masyarakat.

Festival Literasi Sulut 2025 diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas, sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Bumi Nyiur Melambai.

(Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *