MANADO Nusantaraline.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) satu – satunya perguruan tinggi di Provinsi Sulut yang memiliki panduan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual atau yang kini dikenal dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).
Panduan ini dari Internasional Labor Organization (ILO), panduannya pada pengarusutamaan kesertaan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) serta PPKPT di lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.
Panduan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo) telah disesuaikan melalui proses diskusi kelompok terarah (DKT) sejak 2022. Adaptasi ini dilakukan bekerja sama dengan beberapa politeknik lain, melibatkan berbagai elemen kampus, termasuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, petugas keamanan, dan petugas kebersihan, guna memastikan panduan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi lokal.
Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo, MBA, menekankan pentingnya dunia pendidikan sebagai penentu masa depan bangsa.
“Kampus merupakan ruang inklusif bagi generasi muda dari beragam latar belakang suku, agama, budaya, serta kondisi sosial ekonomi untuk mengembangkan kemampuan dan potensi diri secara aman dan setara,” ujarnya.
Ditambahkan Alelo, Panduan ini tidak hanya menekankan pencegahan kekerasan seksual, tetapi juga menjamin akses yang adil bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan, sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, dan bebas diskriminasi.
(*/Ain)







