MANADO Nusantaraline.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) turut ambil bagian dalam ajang Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) Tahun 2026 untuk kategori Pengelolaan Media Sosial.
Keikutsertaan tersebut ditandai dengan pemaparan proposal yang dilakukan Unit Hubungan Masyarakat (Humas) Polimdo sebagai bagian dari proses penilaian dalam ajang tersebut.
Dalam pemaparannya, Polimdo mengangkat strategi pengelolaan media sosial yang tidak hanya berorientasi pada penyebaran informasi, tetapi juga memperkuat identitas institusi sebagai perguruan tinggi vokasi yang aplikatif sekaligus mengusung konsep Green Campus.
Konsep Green Campus menjadi salah satu identitas yang terus dikomunikasikan Polimdo kepada publik. Nilai keberlanjutan lingkungan diintegrasikan dalam lingkungan fisik maupun budaya akademik kampus dan menjadi salah satu unique selling point yang diangkat secara konsisten melalui berbagai kanal komunikasi publik.
Di tengah perkembangan era digital, media sosial menjadi salah satu kanal strategis bagi perguruan tinggi untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, calon mahasiswa, orang tua, mitra kerja sama, serta pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, Unit Humas Polimdo secara aktif mengelola dua platform utama, yakni TikTok dan Instagram, sebagai bagian dari strategi pencitraan sekaligus diseminasi informasi institusi.
Pada platform TikTok, Polimdo menggunakan akun @polimdo.official26 yang tercatat memiliki 1.727 pengikut dan 22.800 tanda suka. Akun tersebut difokuskan pada konten video pendek bergaya Reelsyang menampilkan berbagai aktivitas kampus dan kegiatan akademik.
Sementara di Instagram, Polimdo menggunakan akun @polimdo.official dengan 15.800 pengikut dan 1.881 unggahan. Platform ini menjadi salah satu kanal utama penyampaian informasi sekaligus interaksi Polimdo dengan publik.
Pengelolaan kedua platform tersebut dilakukan berdasarkan strategi komunikasi yang terstruktur, mulai dari penentuan tujuan, target khalayak, pesan utama, pemilihan media, perencanaan konten hingga mekanisme evaluasi.
Sejumlah pilar konten juga dikembangkan untuk memperkenalkan Polimdo secara lebih dekat kepada pengguna media sosial.
Salah satunya Green Campus Series, yang menampilkan fasilitas ramah lingkungan, ruang terbuka hijau serta budaya keberlanjutan di lingkungan kampus.
Ada pula konten Enam Jurusan, 1 Kampus, yang memperkenalkan enam jurusan di Polimdo, yakni Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Akuntansi, Administrasi Bisnis dan Pariwisata melalui video singkat serta testimoni mahasiswa.
Konten lain yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai biaya kuliah dan prospek kerja. Konten edukatif tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan calon mahasiswa dan tercatat menjadi salah satu konten dengan performa tinggi, dengan capaian sekitar 72 ribu tayangan.
Polimdo juga mengangkat aktivitas Teaching Factory (TeFa) dan Polimart untuk memperlihatkan praktik nyata mahasiswa dalam proses pendidikan vokasi. Selain itu, kegiatan akademik dan kerja sama turut menjadi materi komunikasi, mulai dari seminar nasional, kerja sama dengan mitra internasional hingga prestasi mahasiswa dan program studi.
Dari sisi performa, pengelolaan akun TikTok Polimdo menunjukkan tren positif pada periode 2–8 Juli 2026.
Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah tayangan video meningkat 160,5 persen atau bertambah sekitar 13.000 tayangan. Sementara jumlah tanda suka meningkat 209,8 persen atau bertambah 682 likes, sedangkan jumlah konten yang dibagikan meningkat 295,9 persen atau bertambah 145 shares.
Namun, pengelolaan Instagram masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data periode 10 Juni–9 Juli 2026, sebanyak 95,6 persen tayangan dan 98,5 persen interaksi berasal dari format Stories.
Sementara kontribusi Feed atau postingan masih relatif kecil, yakni di bawah 5 persen. Pada periode yang sama, jangkauan atau reach Instagram juga mengalami penurunan sebesar 16,01 persendibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi Polimdo untuk terus menyempurnakan strategi komunikasi digital agar lebih efektif dan mampu menjangkau khalayak secara lebih luas.
Melalui proposal yang dipaparkan dalam AHD 2026, Polimdo menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial tidak dilakukan secara spontan, tetapi berdasarkan strategi komunikasi yang terencana, konten yang relevan dengan identitas institusi serta evaluasi berbasis data secara berkelanjutan.
Dengan identitas sebagai kampus vokasi dengan 21 program studi yang tersebar di enam jurusan, sekaligus mengusung konsep Green Campus, Polimdo menjadikan media sosial sebagai ruang untuk memperkuat citra institusi dan memperkenalkan keunggulan pendidikan vokasi kepada masyarakat.
Keikutsertaan dalam AHD 2026 diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi dan penilaian kategori Pengelolaan Media Sosial, tetapi juga menjadi momentum evaluasi sekaligus kontribusi praktik baik (best practice) bagi pengembangan kehumasan di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dengan demikian, strategi komunikasi digital yang diterapkan Polimdo diharapkan mampu terus berkembang, adaptif terhadap perubahan perilaku pengguna media sosial, serta semakin memperkuat posisi Polimdo sebagai perguruan tinggi vokasi yang inovatif, aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan.
(Ain)






