MINAHASA, Nusantaraline.com – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menghadiri kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Balai Desa Kaweng, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa Regency, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Hukum Tua Desa Kaweng, Loura Maindoka, serta Tenaga Ahli Direktorat Badan Gizi Nasional, Imam Bachtiar Farianto.
Dalam pemaparannya, Felly menjelaskan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan gizi di Indonesia, termasuk pencegahan stunting yang masih menjadi perhatian nasional.
Ia menilai, salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Menurutnya, melalui program MBG, masyarakat dapat melihat contoh penyajian makanan bergizi yang disiapkan oleh SPPG dan dapat diterapkan oleh para orang tua dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
“Permasalahan gizi di Indonesia memang cukup beragam. Namun melalui program Makan Bergizi Gratis ini, kami berharap dapat menjadi contoh bagi para orang tua untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak-anak,” ujar Felly.
Ia juga mengungkapkan bahwa di Provinsi North Sulawesi saat ini terdapat sekitar 162 SPPG yang memberikan layanan kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Felly menambahkan, pelaksanaan program ini dirancang dengan memanfaatkan potensi lokal, mulai dari penggunaan bahan baku daerah, penyusunan menu yang menyesuaikan selera masyarakat, hingga perencanaan gizi yang disusun oleh tenaga ahli gizi lokal dengan tetap mengacu pada standar komposisi gizi nasional.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, program MBG juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu terlihat dari besarnya kebutuhan sumber daya yang terlibat dalam program tersebut, mulai dari ratusan juta liter minyak goreng per tahun hingga ribuan ekor sapi serta puluhan ribu hektare lahan pertanian.
Melalui sosialisasi ini, Felly mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung serta mengawasi pelaksanaan program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Ia berharap, program ini dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi kesehatan generasi muda Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
(Ain)







