SITARO Nusantaraline.com – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya di Siau, pada Senin (5/1/25), langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulut, Gubernur Yulius menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi bencana ini.
Pemprov Sulut, kata Gubernur Yulius, berkomitmen hadir secara penuh dalam proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat bersama Pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI, Polri, serta instansi terkait agar seluruh langkah penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Sebagai bentuk keseriusan, Gubernur Yulius telah menginstruksikan jajaran terkait di lingkungan Pemprov Sulut untuk segera menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi pengiriman alat berat, logistik kebutuhan dasar, perlengkapan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, serta bahan makanan.
Sementara itu, penanganan di lapangan masih terus berlangsung. Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama aparat TNI-Polri dan masyarakat setempat bahu-membahu melakukan evakuasi, pendataan korban, serta pembersihan material banjir.
Banjir bandang ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama sekitar lima jam tanpa henti. Debit air yang meningkat membawa material berupa batu, tanah, dan kayu, lalu meluap ke permukiman warga.
Dampak terparah terjadi di wilayah Kecamatan Siau Timur. Sejumlah kelurahan dan kampung terdampak, di antaranya Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.
Diketahui, Data sementara mencatat korban meninggal dunia sebanyak 11 orang, empat orang dilaporkan hilang, serta 18 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka tersebut, dua orang dengan kondisi luka berat direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Manado untuk penanganan medis lanjutan.
Untuk mempercepat proses penanggulangan dan pemulihan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.
(Ain)







