Unsrat Tegaskan Tak Ada Mahasiswa Aktif Terlibat Demo di Polda Sulut

MANADO, Nusantaraline.com – Terkait dengan aksi unjuk rasa di Polda Sulut pada 30 April 2026 lalu, Pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado memastikan tidak ada keterlibatan mahasiswa aktif dalam kegiatan tersebut.

Wakil Rektor III Unsrat, Ralfie Pinasang, menyampaikan bahwa klarifikasi ini didasarkan pada hasil penelusuran internal yang telah dilakukan pihak universitas. Ia menegaskan, informasi mengenai keterlibatan mahasiswa tidak terbukti. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa peserta aksi bukan mahasiswa aktif, melainkan alumni.

“Namun ada sejumlah dosen yang hadir,” ungkapnya, saat didampingi Humas Unsrat, Philep Morse Regar, Selasa (5/5/26).

Ia juga menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tetap dijamin, termasuk bagi mahasiswa. Meski demikian, setiap aksi harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku, serta tidak mengabaikan kewajiban utama sebagai peserta didik.

Menurutnya, apabila mahasiswa terbukti melanggar ketentuan, maka sanksi disiplin dapat diberlakukan. Namun untuk kasus ini, Unsrat memastikan tidak ada mahasiswa aktif yang terlibat dalam aksi di Polda Sulut.

Terkait kehadiran dosen, pihak rektorat akan melakukan penelusuran lebih lanjut dengan mengacu pada regulasi disiplin aparatur sipil negara, termasuk ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021.

“Kami akan meminta klarifikasi dari dosen yang hadir, termasuk tujuan mereka mengikuti aksi tersebut,” ujar Pinasang.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unsrat, Royke I. Montolalu, menjelaskan bahwa isu yang berkembang dalam aksi, salah satunya terkait sertifikasi dosen (serdos) tetap diproses sesuai prosedur administrasi.

“Serdos adalah hak dosen yang memenuhi syarat. Prosesnya tetap berjalan sesuai mekanisme,” ucapnya.

Dari kalangan mahasiswa, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsrat, Jastin Anlo, menyatakan tidak ada koordinasi internal organisasi terkait aksi tersebut.

Hal yang sama dikatakan Ketua BEM Unsrat, Solideo Saul.

Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak terlibat, dan jika ada individu yang ikut aksi, hal itu merupakan keputusan pribadi.

“Kami pastikan tidak ada keterlibatan mahasiswa Unsrat secara kelembagaan,” tegasnya.

(Ain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *